Minggu, 14 Juni 2015

Badminton

Olahraga merupakan salah satu cara untuk menghilangkan stress, melepas sejenak kepenatan pekerjaan. Bagaimana tidak, bagiku seorang enjinerr teknik Instrumentasi di Proyek Pembangkit. Amanah sebagai PLH Manajer bukanlah sebuah jabatan yang mudah, bukan energi fisik yang aku butuhkan melainkan energi pikiran dan mental yang terkadang bisa menghabiskan energi fisik itu sendiri.

Tanggung jawab dan beban pekerjaan

Minggu, 31 Mei 2015

Menulis Itu Butuh Konsistensi


Sudah lama aku tidak menulis lagi di blog ini. Mungkin karena tidak ada ide, inspirasi tak kunjung datang, sibuk dengan pekerjaan dan banyak hal lain.

Tereliye seorang penulis novel best seller pernah menyantumkan dalam bukunya Anak anak Mamak entah dalam judul yang mana , dikatakan bahwa "Jika Engkau Hendak Menulis maka tulislah apapun yang ada di dalam pikiranmu, mengalir ". Maka mungkin tanpa sadar 3 jam kemudian sudah berlembar lembar tulisan itu kita tuangkan dalam sebuah kertas atau blog.

Menulis memang butuh untuk diasah, butuh jam terbang tapi bukan berarti menulis harus saklek dengan banyaknya aturan kepenulisan. Makin kita concern ke aturan kepenulisan makin kita berhenti mencoba menulis. Setiap orang punya gaya menulis masing masing yang mungkin berbeda satu sama lain.

Kalo kamu pernah baca karya Habbiburrahman El Shirazy atau disingkat dengan Kang Abik mungkin akan berbeda dengan gaya tulisan Tere Liye dan lain sebagainya.

Jadi kawan jika memang engkau ingin menjadi penulis, maka menulislah apapun yang ada difikiranmu dengan imaninasi tak terbatas dan jangan dulu engkau lihat aturan kepenulisan, engkau bisa berbagi ilmu, bercerita pengalaman atau curhat.

Selamat Mencoba


Senin, 18 Juni 2012

Syukur

Terkadang nikmat Allah itu baru terasa sesaat setelah Allah mencabut nikmat itu dari kita,nikmat sehat baru terasa ketika kita sakit, nikmat kaya baru terasa ketika kita miskin. Oleh karena itulah Rasulullah SAW dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Hakim bersabda : "Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara :
  • Sehat Sebelum Sakit
  • Muda Sebelum Tua
  • Kaya Sebelum Miskin
  • Lapang Sebelum Sempit
  • Hidup Sebelum Mati 
Manusia seperti kita terkadang hanya sadar ketika nikmat tercabut, bahkan ada yang lebih parah lagi, nikmat sudah diambil pun masih saja tidak menyadari betapa nikmat itu merupakan kuasa Allah. Seseorang tidak mampu untuk bersabar dan menganggap bahwa semua ujian itu datangnya murni atas kesalahan manusia. Padahal apabila kita mau berfikir lebih dalam lagi, ada kuasa di dalam setiap nikmat dan ujian yang kita terima di dunia ini. Namun hanya sedikit yang berfikir.

Teori syukur ketika mendapat nikmat dan bersabar ketika mendapatkan ujian tidak semudah membalik sebelah tangan. Ada yang dapat bersabar ketika mendapat ujian namun tidak mampu bersyukur ketika mendapatkan nikmat sekecil apapun nikmat itu. Sebaliknya ada yang mampu bersyukur ketika Allah memberinya nikmat yang melimpah ruah namun tidak dapat bersabar ketika ujian itu datang, sekecil apapun ujian itu.

Butuh latihan yang terus menerus dalam hal ini. Untuk tingkatan yang lebih tinggi lagi, ada sebagian orang yang masih dapat bersyukur atas nikmat yang Allah karuniakan walaupun dia sedang mendapatkan musibah. Ketika rumahnya terendam banjir, masih bersyukur anggota keluarga sehat semua, ketika jabatan diambil atau diturunkan masih bisa bersyukur karena tidak dipecat, ketika penyakit mematikan datang, masih dapat bersyukur Allah tidak mengambil nyawanya saat itu juga , artinya Allah masih memberikan ruang untuk bertaubat, mendekatkan diri kepadaNya dan meminta maaf kepada sanak saudara dan kawan2Nya. Dan masih banyak contoh2 yang lain.

Jika kita bicara tingkatan lebih rendah lagi, ada sebagian manusia yang tiap hari kerjanya hanya mengeluh saja, Nikmat sudah Allah beri namun yang difikirannya hanyalah ujian yang melandanya kendatipun ujian begitu kecil, kehilangan uang 1000 rupiah difikirkan terus menerus , padahal uang di dompetnya ratusan ribu masih banyak. Dan masih banyak contoh sifat manusia yang kurang bersyukur yang mana apa bila ditulis disini , tidak cukup waktu bagi penulis.

Semoga Allah menjadikan kita hamba2-Nya yang senantiasa mampu bersyukur atas segala nikmat-Nya. Amien

Semangat kawan

Fahmi The NEST

Selasa, 16 Agustus 2011

Shubuh di Masjid Muhajirin

Sholat Subuh di Masjid Muhajirin Pangkalpinang memberi saya kesempatan untuk merenung atas sedikit perjalanan hidup yang saya lalui. Entah kenapa secara tidak sadar saya menangis, mengingat banyak sekali ketidakoptimalan atas amal-amal yang sudah saya lakukan. Lalu, jika diri ini saja sudah merasa jauh dari target amal , bagaimana nanti di hadapan Allah di Yaumil Hisab.

Sungguh, betapa nikmat Allah tak kan pernah bisa kita hitung dan tak ternilai harganya, maka sudah seharusnya harus mampu untuk mensyukurinya.

Allah mengkaruniakan kita mata, lalu pertanyaannya apakah kita sering menggunakan mata kita untuk membaca ayat2 Al Qur'an, membaca Shiroh Nabawi, Fiqih, dan ilmu pengetahuan lain yang dapat mendekatkan diri ini kepada-Nya ? apakah mata kita sering mengeluarkan air mata karena mengangisi dosa-dosa yang sudah kita perbuat ? atau malah lebih sering digunakan untuk melihat hal-hal yang tidak diperkenankan oleh Allah ? Sementara di luar sana , ada sebagian orang yang tidak dikaruniai penglihatan.

Allah mengkaruniakan kita telinga, apakah kita sudah mengoptimalkannya untuk mendengarkan tilawah Al-Qur'an, mendengarkan taujih atau ceramah , atau jangan-jangan lebih banyak digunakan untuk mendengarkan gosip ? Sementara di luar sana , tidak sedikit orang yang tuli, tidak mampu mendengar barang sedikitpun.

Allah mengkaruniakan kita bibir, apakah bibir kita selalu basah karena lafaz Allah dan membaca Al-Qur'an, apakah bibir kita selalu bertasbih tatkala melihat kebesaran-Nya, beristighfar ketika melakukan dosa, bermunajat ketika sedang butuh pertolongan-Nya, atau jangan-jangan hanya kita gunakan untuk basa-basi, ghibah, menyampaikan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran ? Sementara diluar sana ada beberapa orang yang sejak kecil tidak mampu menyampaikan isi hatinya dengan bahasa lisan karena bisu.

Allah mengkaruniakan kita kedua tangan yang sempurna dengan ke sepuluh jari-jarinya, apakah karunia itu lantas sudah membuat kita sering bersedekah, beramal, berdzikir ? Sementara tidak sedikit orang yang tidak memiliki tangan yang sempurna ( cacat )

Allah mengkaruniakan kita kedua kaki yang sempurna, apakah kemudian kita sudah sering melangkahkan kaki kita untuk kebaikan ? sudah berapa kali kita gunakan kaki kita untuk melangkah ke masjid demi sholat berjamah yang pahalanya jauh lebih banyak daripada sholat munfarid ? atau sebaliknya , kita lebih sering gunakan kaki ini untuk melangkah ke tempat-tempat maksiat ?

Naudzubillah

Sahabt, semoga kita terhindar dari itu semua, mari kita saling mendoakan agar sisa waktu yang kita miliki dapat kita gunakan sebaik-baiknya. Amien

Sabtu, 13 Agustus 2011

Apakah Perubahan itu selalu butuh momen khusus ?

Bulan Ramadhan semestinya adalah bulan suci tempat kita berlomba-lomba untuk meraih kebaikan dan pahala dari Allah, namun tidak sedikit orang yang menganggap bulan ini seperti bulan-bulan biasa , entah kenapa saya merasa belum mendapatkan momentum untuk berubah seperti beberapa waktu lalu, apakah karena saya belum mampu mensyukuri nikmat yang Allah berikan atau karena karunia dan nikmat yang begitu banyak itu berhasil melenakan diri saya .
Atau Futur yang terjadi ini karena keinginan menikah awal yang sampai sekarang belum terlaksana karena beberapa kendala non teknis. Saya tidak tahu..

Saya sadar hal ini tidak bisa dibiarkan lebih lanjut, jangan hanya proyek saja yang butuh perencanaan, analisis risiko serta mitigasinya , diri sendiri juga butuh hal yang serupa. Inilah yang sekarang ini saya coba lakukan secara perlahan, kemanakah ruh diri ini , kemanakah kedisiplinan, komitmen, dan berbagai nilai positif diri ini yang pernah melekat ketika masih menjadi mahasiswa, sebuah evaluasi diri yang harus dilakukan secara terus menerus.

Semoga Allah memudahkan jalanku kesana.. amien

Proyek PLTU 3 Babel, 13 Maret 2011

Senin, 23 Mei 2011

Surat untuk calon istriku kelak..

Aku ndak tahu siapakah bidadari yang sudah Allah siapkan untukku ..
Yang jelas aku yakin, Allah tak kan pernah salah membagikan rizki kepada hamba-hambaNya termasuk istri yang kan mendampingiku senang maupun sedih..

Jika memang engkau yang menjadi istriku kelak, aku berharap engkau ikhlas menerimaku apa adanya.. menerimaku satu paket dengan sifat,impian, dan masa laluku yang mungkin tak bisa lepas dariku.. aku sadar aku bukanlah ikhwan yang sempurna, aku bukan ikhwan yang selalu menghiasi mimpi-mimpimu, aku masih banyak kekurangan disana-sini.. tapi aku yakin dengan engkaulah aku kan jadi sempurna...

Setiap hari aku selalu berdoa supaya Allah mengkaruniakan kepadaku istri yang shalihah, istri yang senantiasa menuntun dan mengingatkanku kepadaNya, istri yang mencintai aku apa adanya dan istri yang selalu berusaha tampil menarik di depan suaminya.

Akupun juga sudah berjanji kepada Allah, siapapun yang kan menjadi istriku kelak, aku kan selalu berusaha belajar untuk mencintainya, aku kan selalu berusaha untuk menyayanginya,
kapanpun dan dimanapun..

Dan jika memang bidadari itu engkau, aku harap engkau mau bersabar denganku, dengan sifat-sifatku, dan aku pun akan demikian.

Mungkin ini dulu yang bisa aku tulis, setelah sekian lama aku berhenti ngeblog, mungkin ini adalah tulisan pertamaku yang tanpa format, langsung meluncur dari hati.. semoga engkau memahaminya..


Pangkalpinang, 23 May 2011

Jumat, 01 April 2011

Belajar dari semangat sang pekerja proyek..

Tak bisa kupungkiri, banyak sekali pelajaran hidup yang aku dapatkan dari pekerjaan ini. Proyek sebuah PLTU di Bangka Belitung , proyek yang statusnya Kejar Tayang, karena masyarakat sudah hampir tidak sabar lagi menanti kehadiran listrik di rumah mereka. Bayangkan, dulu pertama kali aku menginjakkan kaki di pulau ini. Hampir 2 hari sekali mati lampu, mungkin bagi penduduk yang domisilinya di Pulau Jawa, gangguan ini disebabkan rata-rata karena pemeliharaan, beda dengan status Pulau Bangka yang statusnya kurang daya. Artinya daya listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu dan peralatan listrik penduduk pulau bangka lebih tinggi dari pada daya yang dimiliki pembangkit listrik.

Barangkali aku sudah mulai mencapai titik jenuh berada di proyek ini, karena aku sudah menginjak 1 tahun bahkan lebih bekerja disini. Namun setiap kali aku melihat pekerja kasar yang entah kenapa rata-rata berasal dari Jawa, semangatku kembali. Aku melihat seorang ayah yang sudah entah berapa bulan tidak pulang menemui anaknya ke rumah karena upah yang minim dan ongkos perjalanan serta biaya hidup yang mahal disini. Aku melihat kakek-kakek yang masih kuat memanggul kayu yang beratnya berkilo-kilo dipundaknya, aku melihat seorang pemuda yang menurutku masih pantas untuk duduk di bangku sekolah menengah , harus rela menghabiskan waktunya untuk bekerja di proyek ini. Setiap melihat orang-orang itu, aku merasa tersindir, mengapa aku yang diberi kesempatan untuk duduk di tempat yang lebih layak sebagai owner proyek ini malah malas-malasan, jenuh, tidak serius mengurus proyek ini. Nampaknya jiwa bersyukurku mulai menipis sedikit demi sedikit. Yah sampai detik ini aku berharap Allah masih memberiku kesempatan untuk memberikan kontribusiku yang terbaik di proyek ini.. amien

Proyek PLTU 3 Babel, 1 April 2011

Jumat, 11 Maret 2011

Ringkasan Buku Bagaimana Mencari Kawan Dan Mempengaruhi Orang Lain


AUTHOR : DALE CARNEGIE

BAGIAN SATU

TEKNIK-TEKNIK DASAR DALAM MENANGANI MANUSIA

· PRINSIP I Jangan Mengritik, mencerca atau mengeluh.

· PRINSIP II Berikan penghargaan yang jujur dan tulus.

· PRINSIP III Bangkitkan minat pada diri orang lain.


BAGIAN DUA

ENAM CARA UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN MENYUKAI ANDA

· PRINSIP I Jadilah bersungguh-sungguh berminat pada orang lain.

· PRINSIP II Tersenyumlah.

· PRINSIP III Ingatlah nama seseorang adalah hal paling mengesankan dan paling penting bagi

orang itu dalam bahasa apapun.

· PRINSIP IV Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk berbicara tentang diri

mereka.

· PRINSIP V Bicarakan minat-minat orang lain.

· PRINSIP VI Buat orang lain merasa penting dan lakukan itu dengan tulus.


BAGIAN TIGA

MEMIKAT ORANG LAIN MENGIKUTI CARA BERPIKIR ANDA

· PRINSIP I Satu-satunya cara untuk memperoleh manfaat paling banyak dari perdebatan

adalah menghindari perdebatan itu sendiri.

· PRINSIP II Perlihatkan respek terhadap pendapat orang lain. Jangan pernah berkata . “ Anda

Salah”

· PRINSIP III Kalau Anda Salah, Akuilah dengan cepat dan simpatik.

· PRINSIP IV Mulailah dengan cara yang ramah.

· PRINSIP V Usahakan orang lain mengucapkan “ya,ya” dengan segera.

· PRINSIP VI Biarkan orang lain yang lebih banyak bicara.

· PRINSIP VII Biarkan orang lain merasa bahwa itu adalah idenya.

· PRINSIP VIII Cobalah dengan sungguh-sungguh melihat segala sesuatu dari sudut pandang

orang lain.

· PRINSIP IX Bersimpatilah dengan ide dan hasrat orang lain.

· PRINSIP X Imbaulah motif-motif yang lebih mulia.

· PRINSIP XI Dramatisi r Ide-ide anda.

· PRINSIP XII Lemparkan tantangan.


BAGIAN EMPAT

MENJADI PEMIMPIN

· PRINSIP I Mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur.

· PRINSIP II Beritahu kesalahan orang lain dengan cara tidak langsung.

· PRINSIP III Bicarakan kesalahan anda dulu sebelum mengritik orang lain.

· PRINSIP IV Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberi perintah langsung.

· PRINSIP V Biarkan orang lain menyelamatkan muka.

· PRINSIP VI Pujilah peningkatan sekecil apa pun dan pujilah setiap peningkatan . Jadilah

“ tuluslah dalam penerimaan anda dan murah hati dalam penghargaan anda”

· PRINSIP VII Beri orang lain reputasi yang baik untuk mereka penuhi.

· PRINSIP VIII Gunakan dorongan. Buatlah kesalahan tampak mudah diperbaiki.

· PRINSIP IX Buat orang lain senang mengerjakan hal yang anda sarankan.

Jumat, 07 Januari 2011

Sepak Bola bagiku, dulu dan sekarang

Lingkungan memang menjadi factor yang cukup besar dalam mempengaruhi pribadi dan sikap seseorang. Ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa Jika kita bergaul dengan penjual minyak wangi maka kita akan (dalam istilah jawa) kecipratan wanginya, sebaliknya jika kita sering bergaul dengan pandai besi, minimal kita akan terkena abunya.

Nampaknya kalimat diatas bukan hanya sekedar teori untukku. Dulu aku paling malas diajak main Footsal, tidak suka main PES/FIFA ( sebuah game sepakbola di computer ataupun Play Station) , apalagi nonton pertandingan sepak bola. 8 Bulan setelah menginjakkan kaki di Bumi Serumpun Sebalai, semuanya berubah, sekarang footsal menjadi bagian dari aktivitas rutin mingguan yang selalu aku ikutu, main PES 2011 menjadi sebuah kegemaran di malam hari sepulang kerja, dan pertandingan-pertandingan Timnas Garuda menjadi tontonan yang sayang jika kutinggalkan.
Jika ada rekan yang bertanya, loh kok bisa ? Saya akan menjawab, semua terjadi karena hampir 85% rekan-rekan kerja disini pecinta sepak bola, setiap Sabtu sore Footsal diadakan sebagai sarana untuk membuang kepenatan dan menambah rasa kekeluargaan antara pegawai, pertandingan demi pertandingan PES 2011 diselenggarakan tiap malam di mess , dan yang terakhir tidak ada tontonan Televisi yang lebih menarik bagi anak-anak mess kecuali acara-acara yang mengandung unsur sepak bola : One Stop Footbal misalkan dsbg.

Terlepas dari itu semua, aku harus tetap bersyukur kepada Allah, karena aktivitas-aktivitas pelepas penat dan bosan yang dipilih rekan-rekanku disini adalah olahraga bukan kegiatan lain yang berbau maksiat kepada Allah. Tentu saja aku tak bisa membayangkan jika aktivitas yang mereka pilih menyimpang dari hati nurani. Mungkin aku tidak akan betah berlama-lama disini karna kawatir akan terkena imbasnya.

Yah semoga Allah memberikanku kekuatan untuk selalu istiqomah.. amien..

Site Office, 5 Januari 2011.

Gerakan 50 kata/hari

Melanjutkan gerakan min. 50 kata / hari. Hmm.. sebenarnya 300 kata / hari pada awalnya, namun karena khawatir tidak istiqomah dalam menulis disamping beban pekerjaan yang cukup menumpuk maka kuputuskan untuk menguranginya menjadi 50 kata / hari. Setelah istiqomah menulis 50 kata / hari baru kemudian ditingkatkan menjadi 100 kata / hari dan seterusnya.. hingga terbiasa menulis ratusan kata / hari.

Aku sadar, untuk menjadi Penulis International Best Seller, tidaklah mudah, mereka yang menjadi penulis terkenal pasti memulai karirnya dengan susah payah bahkan mungkin sebagian besar diantara mereka hasil karya perdananya ditolak oleh penerbit padahal bobot tulisan dan intensitas menulisnya sudah baik. Apa yang membuat mereka sukses hingga menjadi sekarang ini ? Apa yang membuat mereka senantiasa bertahan walau seringkali ditolak. Mungkin , jika aku boleh berpendapat, salah satunya adalah sifat pantang menyerah, sikap yang selalu siap bangkit setiap kali terjatuh. Rasa-rasanya aku malu jika harus bercermin dengan beliau-beliau yang namanya sudah tercantum di ribuan buku .

Oke, tak apalah, mengambil judul lagu nasyid “ Harapan Itu Masih Ada” , selama kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah, selama itulah kita masih diberikan kesempatan untuk sukses. Sampai detik ini aku masih yakin, sukses adalah hak setiap orang . Namun sayang kewajiban-kewajiban untuk menjadi sukses yang belum terpenuhi menghalangi seseorang untuk mendapatkan haknya..
Salam Sukses

Site Office, 4 Januari 2011

Senin, 03 Januari 2011

Jangan Hanya Sekedar Niat….

Alhamdulillah untuk kesekian kalinya Allah memberiku kesempatan merasakan sejuknya udara pagi. Entah kenapa setelah Qiyamul Lail keinginanku untuk Sholat Shubuh Jama’ah di Masjid Jamik timbul. Segera saja, sebelum niat itu padam, kulangkahkan kaki ke lantai bawah, ambil air wudlu, kunci mobil dan menyalakannya. Pengalaman soalnya, jika hanya sekedar niat ke masjid namun tidak segera bergegas , konsekuensinya hanya ada dua, terlambat atau tidak jadi berangkat hehe..

Memang benar semua itu berasal dari niat, tapi jika hanya sekedar niat tanpa action, tidak akan terjadi apa-apa. Termasuk juga dalam mengejar mimpi, jika hanya sekedar berharap tanpa adanya tindakan, langkah-langkah untuk menggapainya, impian itu hanya akan jadi khayalan belaka.

Oleh karena itu niat, langkah, doa, dan tindakan harus selaras, sinkron, terencana karena satu sama lain merupakan komponen yang saling melengkapi satu sama lain agar impian kita dapat terwujud sebagaimana yang kita inginkan..
Semangat,

Masjid Jamik, 3 Januari 2011 selepas sholat shubuh

Mencoba Merubah Sebuah Paradigma…..

Tahun baru ini aku mulai berusaha sedikit demi sedikit menata ulang hidup, memperbaharui mimpi, mengevaluasi diri dan mencari motivasi untuk terus melangkah jauh kedepan. Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya apakah aku bisa menjalankan 3 profesi yang menjadi impianku secara bersamaan :
  1. Wirausahawan Sukses dengan Omset Miliaran Rupiah
  2. Penulis Buku International Best Seller
  3. Dosen Praktisi yg kapabilitasnya diakui sampai ke mancanegara.
Padahal sekarang aku masih terikat kontrak 5 tahun dengan salah satu perusahaan BUMN yang cabangnya sampai ke seluruh pelosok tanah air .He..he..he itu impian atau hanya sekedar khayalan yaa ??? Toh kerja di perusahaan ini belum juga sepenuhnya optimal, masih banyak tugas-tugas yang terbengkalai. Aku tak tahu, yg jelas aku selalu percaya bahwa “Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai kaum itu merubah dirinya sendiri”. Jadi harapan dan impianku itu tidak tercapai bila aku sendiri tidak berbuat apa-apa terhadap impian yang sudah kutulis. Minimal merubah paradigm berfikir bahwa sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin bila Allah berkehendak demikian. Pasti ada cara dan langkah untuk mencapainya.. sedikit tak apa yang penting pasti…

Masjid Jamik, 3 Januari 2011 menjelang adzan Shubuh

Kamis, 23 Desember 2010

Tarbawi, majalah penyejuk hati

Tarbawi, sebenarnya sudah lama aku mengenal majalah ini melalui seorang tante yang menjadi aktivis Tarbiyah di Boyolali beberapa bulan yang lalu. Beliau bilang majalah ini majalah bagus untuk dibaca. Saat itu aku belum tertarik , hingga kemudian aku diberi kesempatan oleh Allah untuk bekerja di sebuah Pulau bernama Bangka. Saat dimana hati ini gersang atas siraman rohani dan tidak ada aktivitas positif, saat itulah aku menemukan sebuah majalah penyejuk hati yang dikenalkan kembali kepadaku oleh Ustad Ahmad Bastari. Kebetulan Ustad Ahmad juga seorang distributor majalah islami sekaligus owner Toko Buku Islami , Bursa Al-Fatih, yang kuketahui adalah satu-satunya Toko Buku Islami di Pangkalpinang.

Tanpa basa-basi, segera saja kudaftarkan diri ini untuk berlangganan majalah tersebut . Hingga saat ini, aku masih setia memegang majalah berukuran 21 x 15 cm itu. Kecil-kecil, cabe rawit, tipis-tipis tapi mampu memberikan semangat dan taujih yang dapat menjernihkan pikiran dan menyejukkan hati.

Thanks Allah, Engkau sudah mengenalkanku dengan majalah ini.

Jumat, 17 Desember 2010

Merindukan Saat-saat itu

Entah sudah berapa lama aku menginjakkan kaki di Pulau Serumpun Sebalai ini aku tidak tahu atau memang pura-pura tidak tahu. Aku merindukan saat-saat itu , saat-saat dimana aku duduk melingkar bersama sahabat-sahabatku untuk mendengarkan taujih/ nasehat kebaikan dari senior yang menjadi suri tauladan. Mahasiswa disana menyebutnya dengan liqo' atau mentoring lanjutan.

Aku jadi ingat Radik, koordinator liqo' yang tiada bosan sms temen2 untuk dateng liqo, Very Senopati Abdillah yang suka nyindirin temen2 masalah munakahat, Cahyo Utomo yang sesekali mengantuk waktu liqo', Roji yang sok pendiem dan kalem tapi selalu dateng liqo tepat waktu, Eka Fitriyadi masih dengan gayanya yang suka senyum, Prima Kurniawan , biasa dipanggil Prima dan temen satu gengnya ( Geng Baskoro : red ) Ardianto Eskaprianda ( wah masih inget juga nama lengkapnya, semoga tidak salah hehe ) yang suka usil. Ryan , pakar IT dengan belalang tempurnya yang sering jadi bahan sindiran, Arief , Deka , dan Hasyim dan beberapa orang yang kadang ikut-kadang tidak. Serta yang paling utama Akh Dimas, selaku murobbiku.

Aku merindukan saat-saat itu, saat-saat dimana kami saling mengingatkan ketika sudah tiba waktu shalat, saling curhat masalah kampus, keluarga, pribadi, pelajaran. Kenangan indah itu masih aku kenang sampai sekarang, aku berharap suatu saat nanti aku bisa bertemu dengan mereka dengan keadaan yang lebih baik. Kalau perlu ngadain mentoring lagi bareng2 dengan murobbinya akh dimas hehe... Semoga suatu saat nanti...

Temen2 liqo, I miss U guys

Air Anyir, 17 Desember 2010

Kamis, 14 Oktober 2010

Rutinitas yang membosankan..

Hmm... tak terasa sudah 1 bulan lebih aku tidak menyentuh blog ini, bukan karna tidak ada ide, bukan pula karena kesibukan. Entah kenapa 2 minggu terakhir perjalanan hidup ini mulai menemui titik jenuh. Hmm... mungkin karena rutinitas yang membosankan atau karna 2 minggu terakhir agenda dakwah diliburkan karena sebuah agenda. Sering kutulis dalam status fb " Hari ini harus lebih optimal " , sering kutulis rencana harian , tapi sayang diantara sekian banyak target yang harus kuselesaikan hari ini ( padahal baru target kerja ) loh, banyak yang belum tercoret. Hal ini berulang kali terus terjadi. Lama2 jadi bosan untuk menuliskan rencana harian, hanya kutulis dalam halaman kosong itu " Melanjutkan rencana hari kemarin yang belum terselesaikan " . 2 Buku yang kubeli beberapa minggu lalu masih menumpuk di lemari, 1 buku yang kupegang saja belum selesai2 kubaca , terasa berat padahal normalnya satu minggu bisa habiz kulahap satu buku. What's Wrong With Me ?

Mungkin pikiran dan fisik ini perlu di recharge, sampai detik ini masih kucari , hal apa yang dapat
memberiku energi baru dalam menjalani tantangan-tantangan hidup. Aku pernah denger, hidup itu butuh variasi , variasi aktivitas, dalam hal ini aktivitas positif yang saya maksud. Yah, aku berharap 1 minggu kedepan aku bisa memperbaiki rutinitas hidup ini, sehingga hari-hari yang akan kulalui akan terasa menarik dan menyenangkan. Tantangan-tantangan yang menghadangpun bisa terselesaikan dengan baik dan yang terakhir masalah yang berat akan terasa lebih ringan. Sesuatu yang terlihat kompleks akan sederhana. Yah i hope like that hehe...
Salam Sukses


Site Office, 13 Oktober 2010

Jumat, 13 Agustus 2010

Teka-teki waktu

Begitu berharganya waktu sampai ada ungkapan Waktu Bagaikan Uang, ada juga pepatah arab ( aku lupa apakah ini mahfudot atau hadis ) yang mengatakan bahwa Waktu bagaikan pedang, apabila kita tidak mampu mengaturnya dengan baik maka diri kita akan tertebas olehnya. Persepsi banyak atau sedikitnya waktu itu tergantung dari setiap orang yang memandangnya. Ada orang yang merasa waktu 24 jam itu begitu lama karena aktivitas yang dilaksanakannya mungkin begitu monoton dan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Disisi lain ada orang yang merasa waktu 24 jam sangatlah kurang mengingat banyaknya aktivitas yang dikerjakan. Semua kembali kepada manusianya. Rosulullah bersabda sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain. Ada yang berkelakar , " Lha Aktivitas yang bermanfaat untuk diri sendiri aja masih sedikit , apalagi yang bermanfaat bagi orang lain he..he.. "

Abdullah Gymanstiar dalam ceramahnya berkata ada manusia yang dalam 1 hari bisa mengerjakan 1000 aktivitas yang positif , bagaimana caranya ( Rahasia.. mungkin lebih baik kalo ngebahasnya di dalam tema optimalisasi dan prioritas waktu atau manajemen team aja yaa ) ada yang dalam 1 hari mampu mengerjakan 100 aktivitas positif, ada yang dalam 1 hari mampu mengerjakan 10 , 1 dan adapula yang dalam 1 hari tak mampu mengerjakan satupun aktivitas positif. Yah kerjanya hanya tidur, makan, tidur lagi, nonton film yang g jelas, ngegame yang bikin kecanduan dsbg.

Begitulah teka-teki waktu , diri ini pun masih harus terus belajar optimalisasi waktu, membuat prioritas kegiatan dan membuat rencana hidup beberapa tahun kedepan. Semoga saja Allah menggolongkan kita ke dalam hamba-hambaNya yang dapat mengoptimalkan waktu dengan amal shaleh amien.

Site office, 13 Agustus 2010

Rabu, 11 Agustus 2010

Belajar dari seorang tukang potong

Sore itu kulajukan mobil ke arah lapangan merdeka. Saat itu aku berniat untuk memangkas rambutku yang panjang , Awalnya aku bimbang untuk melangkahkan kaki keluar karena Mas mardi bilang, jalanan masih ramai karna ada festival tahunan untuk menyambut perayaan 17 Agustus di
Bangka, namun keraguan itu segera kutepis setelah kembali melirik rambutku.

Tempat potong itu begitu sederhana, ukurannya sekitar 3 x 4 meter. Seperti biasa, di dalam ruangan itu terdapat alat2 yang biasa digunakan oleh tukang cukur kebanyakan seperti cermin, depan belakang, kursi, dan gunting beraneka ukuran . Ada 2 hal yang cukup menarik perhatianku di tempat itu, yang pertama adalah soundsytem yang selalu menyuarakan bacaan tartil Al-Qur'an dan sebuah kertas bertuliskan permohonan maaf karena tempat potong akan tutup sementara bila waktu sholat telah tiba.

Baru kali ini aku menemui seorang tukang potong yang meminta pelanggannnya menunggu dia selesai sholat di masjid ketika waktu sholat 5 waktu telah tiba. Dia bilang , rizki Allah yang Mengatur, jangan sampai ibadah kita terganggu gara-gara kerjaan. Aku jadi malu bila ingat diri ini yang terkadang menunda sholat karena pekerjaan yang menumpuk. Mungkin pertemuanku dengan tukang potong yang biasa disebut Bang Ay ini sudah diatur oleh Allah. Allah nampaknya ingin memberiku pelajaran yang sangat berharga terkait dengan sholat tepat waktu. Alhamdulillah...


Site Office, 11 Agustus 2010

Kamis, 22 Juli 2010

Kegelisahan yang berantai

Aku jadi berfikir, apakah kegelisahan, kekesalan, kecemasan, dan semua pikiran negatif yang lain memiliki efek berantai yang dapat mempengaruhi efektifitas kerja seseorang. Beberapa kali kinerjaku tidak optimal setelah kesal terhadap seseorang , gelisah karena uang yang menipis dan lain sebagainya. Tapi aneh, ketika suatu masalah tuntas, kebahagiaan itu menjadi semacam obat anti depresi untuk menghadapi masalah-masalah lain yang ada di depan, beberapa orang menyebutnya dengan motivasi. Jadi memang kunci menghadapi sebuah masalah bagiku adalah

  1. Sesegera mungkin menyelesaikan hal-hal yang membuat hati kita cemas dan gelisah. Jangan terlalu sering menunda hal-hal yang seharusnya bisa dikerjakan sekarang. Waktu yang kita miliki saat ini adalah hari ini, jam ini, menit dan detik ini. Waktu yang sudah lampau tak usah disesali berlarut-larut, karna apapun yang kita lakukan tak akan merubah masa lalu kita sedangkan masa depan yang akan terjadi nanti belumlah terjadi, tak usah dicemaskan.
  2. Pikiran positif. Tidak bisa dipungkiri, pikiran positif memberikan motivasi tersendiri setiap kali kita hendak beraktivitas. Selalu yakin bahwa Allah kan berikan yang terbaik untuk kita, selalu yakin bahwa Allah memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang diberikan kepada kita. Selalu yakin bahwa Allah tak akan pernah menguji seorang hamba lebih dari kemampuannya. Dan masih banyak lagi cara agar pikiran positif itu dapat selalu hadir dalam diri kita.
  3. Doa. Doa seyogyanya dilaksanakan di awal, ditengah dan diakhir, di awal ketika kita hendak melaksanakan sebuah aktivitas, di tengah selama kita bekerja dan diakhir ketika semua ikhtiar telah kita lakukan. Pasrahkan semuanya kepada Allah. Allah tidak akan mendzalimi hamba-Nya karena Allah Maha Adil.
Saya yakin 3 kunci ini dapat mempermudah kita dalam menyelesaikan masalah yang ada di depan. Semoga sukses !!

Sabtu, 17 Juli 2010

Ketika takdir Allah tidak sesuai keinginan

Ketika takdir Allah ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pilihan yang tersedia hanya dua. Menangisi, menyesali, dan menyalahkan takdir yang tidak berpihak pada diri kita atau mensyukuri nikmat yang sudah dikaruniakan sebelumnya. Menyesal dan sedih itu diperbolehkan karena memang hal itu manusiawi, namun penyesalan yang berlarut-larut akan membuat diri kita lupa atas nikmat yang sudah Allah berikan.

Sahabat, ingatlah, Allah menguji kita dengan musibah atau masalah sesuai dengan batas kemampuan kita. Karena hanya DIALAH yang Maha Tahu sisi positif dan titik terlemah yang dimiliki dari setiap hamba-Nya. Ada sebagian orang yang lemah ketika Allah ambil hartanya. Disisi lain , ada pula sebagian orang yang lemah ketika Allah ambil orang yang paling disayanginya. Itupun bertingkat, setahap demi setahap sesuai kadar keimanan kita. Mungkin kita sering miris melihat saudara muslim kita diuji oleh Allah dengan harta yang sangat terbatas, membayangkan bagaimana perasaannya. Tapi kita tidak tahu apa yang difikirkannya, boleh jadi orang yang kita fikirkan tadi malah merasa sangat berkecukupan karena dia memiliki apa yang tidak dimiliki orang lain baik itu istri yang setia, anak yang sholeh, kesehatan yang senantiasa terjaga dan lain sebagainya.

Itulah mengapa, sebuah ukuran fisik yang terlihat mata tidak bisa dijadikan parameter apakah seseorang itu bahagia atau tidak. Bagi kita mungkin berat namun boleh jadi bagi orang lain hal itu ringan. Yah, apapun itu, percayalah. Allah sudah menyiapkan skenario hidup kita dengan indah. Ikuti saja dengan penuh rasa sabar dan syukur. Wallahua'lam bishowab.

Site Office

Minggu, 06 Juni 2010

Kebenaran yang selalu dirindukan...

Entah kenapa , hal pertama yang kucari setiba di Pulau Serumpun Sebalai ini adalah sebuah komunitas dakwah. Yah, selain karena aku merupakan salah satu kader kampus yang terlahir disana, aku merasa dakwah ini adalah sebuah kebutuhan. Ya, masyarakat muslim ini sudah cukup jenuh dengan sajian yang lambat laun membuat hati ini kering. Berita, hiburan, dan tontonan yang menggunjingkan orang lain atau mengumbar syahwat bukan hal yang aneh lagi muncul di hadapan kita. Aku pernah membaca dalam sebuah buku bahwa hati manusia yang normal seyogyanya selalu mencari kebenaran, selalu mencari ketenangan. Kebenaran dan ketenangan tiada lain dan bukan hanyalah milik Allah. Keimanan dan Kebenaran ini ibarat cahaya, dan cahaya Allah hanya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang diridloi-Nya. Siapakah hamba-hamba yang dimaksud itu ? Tentunya seorang hamba yang hati dan fikirannya jernih. Ibarat gelas kaca , cahaya kebenaran itu senantiasa mampu menembusnya. Apakah kita termasuk menjadi bagian diantaranya ? Hanya kita yang mampu menjawabnya..