Rabu, 29 April 2009

Hari Ke-64 Perjuangan menuju kelulusan

2 Bulan lebih sudah berlalu semenjak Proposal Tugas Akhirku yang berjudul Sensor Deteksi Kebocoran gas LPG Berbasis SMS diacc oleh Pak Rizal.. ini adalah hari ke-64 aku ngerjain Tugas Akhir..Alhamdulillah beberapa komponen sudah kubeli untuk mewujudkan harapan dan impianku itu mulai dari SIM300C, LCD 20x2, Tabung Gas LPG 3kg, Valve Gas LPG, ruang Simulasi berupa acrilic, Sensor Gas TGS2610 dan beberapa komponen kecil yang apabila semuanya ditotal sekarang sudah mencapai lebih dari 2 juta rupiah.....

Banyak cerita menarik selama perjalanan menuju hari ke-64 ini , mulai dari bingung ngerancang rangkaian SIM300C , konsultasi ma anak2 kontrol, Pak Mardi, mas Pur ampe dapet link di Prasimax Mikron 123. Belum lagi nungguin dana bantuan TA yang belum cair-cair .

Dua hari yang lalu aku mencoba untuk akuisisi data pada rangkaian yang sudah jadi, tapi hasilnya masih belum optimal alias belum bisa, masih pusing gimana cara akuisisi data lewat mikro dan ngerubah tegangan keluaran sensor TGS2610 yang ada disana menjadi ppm dalam LCD

Kemarin konsultasi ke Pak Mardi , intinya perlu ada tambahan hardware lagi padahal aku kirain semuanya sudah kelar. Beliau memberikan pilihan :
1. Akuisisi data ke server , yang intinya menambah modem atau HP
2. Menambah sistem keamanan pada regulator, yaa klo disimpulin nambah mekanik dan motor stepper yang torsinya besar..

Dari kedua hal tersebut klo ditarik benang merah, intinya adalah menambah hardware , mau motor stepper + mekanik atau modem atau HP. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan aku memutuskan untuk menambah motor stepper dan mekanikanya sebagai tingkat keamanan.

NAh, hari ini aku mencoba untuk menggunakan rangkaian Modem SIM300C buatan prasimax di Lab elka.. awalnya sih bisa , namun lama-kelamaan kok banyak errornya.. Ya Allah cobaan lagi neh..

1. Mekanika Regulator yang belum kelar
2. Akuisisi Data Sensor TGS2610 ngerubah tegangan menjadi PPM
3. Nyoba SIM300C yang dari tadi g bisa2

Semangat fahmi.... perjuangkan impian dan harapan mu untuk masa depan yang lebih cerah tak peduli apapun yang menghadangmu, selama kmu mengoptimalkan ikhitar dan tawakal Insya Allah semuanya akan mudah, karena BAgi ALLAH tidak ada yang tidak mungkin....

Lab KPS ( Lab ketigaku untuk bernaung setelah LAb Info dan Lab Robotic)
29 April 2009



Minggu, 26 April 2009

Allah kan berikan ujian sesuai dengan kemampuan kita

Allah Maha Besar
Allah Maha Pengasih tak pernah pilih kasih
Allah Maha Penyayang tak pernah pandang sayang

Allahlah yang telah mengkaruniakan segala nikmat yang niscaya kita tak kan pernah mampu untuk menghitungnya sampai akhir hayat kita. Namun terkadang kita tidak menyadari itu semua, kita tidak menyadari bahwa nafas ini, udara ini, tempat kita berpijak , jantung kita yang senantiasa berdegup, otak kita, organ tubuh kita, dan masih banyak lagi adalah nikmat yang apabila kita mensyukurinya maka Allah akan menambahnya namun apabila kita mengkufurinya maka sesungguhnya adzab Allah sangatlah pedih, sebuah petikan ayat Al-Qur'an yang sarat akan makna....

Disisi lain, Allah akan menguji hamba-hambaNya yang disayanginya...banyak sekali model dari ujian tersebut, ada beberapa manusia yang diuji dengan kesedihan, kepedihan, musibah ada juga yang Allah uji dengan kemuliaan,kekuasaan, harta, wanita... yang jadi masalah adalah siapkah kita untuk menghadapi ujian tersebut.

Yang jelas, Allah akan menyesuaikan kadar ujian tersebut sesuai dengan kadar iman kita, tidak mungkin Allah menguji kita diatas kemampuan kita dalam menghadapinya....Allah Maha Tauakan kemampuan diri kita, Allah Maha Mengerti akan kelemahan diri kita..

Dua pekan lalu murobbi saya menyampaikan bahwa Allah akan menguji sampai dimana iman dan ketaqwaan kita dengan menguji tepat di titik kelemahan kita.. Jangan kaget apabila kita lemah dengan kekuasaan Allah akan menguji kita dengan kekuasaan... Apabila kita lemah dengan wanita maka Allah akan menguji kita juga dengan wanita....Sungguh Allah begitu menyayangi kita, Allah ingin dekat dengan kita oleh karena itulah Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang lolos dari ujian yang Allah berikan ...

Subhanallah
Dekatkan diri ini padaMu ya Allah
Sungguh hamba sadar betapa Engkau sangat menyayangi hamba
Betapa Engkau ingin hamba selalu menggantungkan diri ini padaMu
Terima kasih Ya Allah

LAboratorium Informatika
Ahad , 26 April 2009
1:37

Senin, 29 Desember 2008

BEM FT Undip 2008


Tak terasa perjuangan selama satu tahun di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik, bagai sebuah mimpi...terasa baru kemarin kita mengadakan Rapat Kerja, bertemu dengan orang-orang yang seru, berdebat dengan senat yang kurang ada gregetnya, tapi sekarang Laporan Pertanggung Jawaban....tlah didepan mata...Ketua BEM baru telah terpilih....

Banyak kisah menarik yang membuatku tertawa, sedih, menyesal, bahagia, dan menangis....
Semua itu adalah bumbu-bumbu kehidupan yang bisa dijadikan dongeng untuk anak-anak tercinta kelak, " Nak, dulu bapak pernah jadi Fungsionaris BEM FT low.." he3x...lucu ya...

Banyak kenangan yang sudah terukir disana, banyak prestasi yang sudah teraih, tapi juga tidak sedikit goresan luka yang ada . Ah...seandainya waktu bisa diputar kembali, pasti aku akan memperbaiki segala kinerja yang selama ini kurang optimal di departemenku...
Jujur, sungguh banyak pelajaran yang dapat kuambil ketika aku belajar menjadi seorang pemimpin, yaa kesabaran, berpikir kritis, tanggungjawab, merancang sebuah acara yang elegan namun tetap ekonomis, berjuang mati-matian mengoptimasi dana supaya acara tetap berjalan sebagaimana mestinya, bertemu dengan panitia yang multikepentingan, ketegasan, dan masih banyak lagi yang menjadi pelajaran yang sangat berharga buat aku....

Sungguh, bukan sebuah kebetulan aku bisa menjadi Ketua Departemen POSDM BEM FT, ini adalah sebuah rancangan dari Allah agar aku sadar betapa sebenarnya aku adalah manusia yang sangat lemah dan tak berdaya.. Oleh karena itu aku tak boleh takabur atas segala karunia yang Allah berikan....

Semoga kepengurusan esok lebih baik dengan kepengurusan sekarang...amien

Tempat bergantung....


Beberapa minggu ini aku berfikir kembali merenungi apa yang telah hilang dari diriku...
Harta, ilmu, atau apa....bukan satu atau dua kali tapi berkali-kali aku mencoba flashback ke belakang, apa yang sebenarnya terjadi padaku, pada jiwa ini, pada tubuh ini, pada hati ini.

Setelah perjalanan pikiran yang cukup panjang akhirnya aku menemukan sebuah pintu jawaban yang selama ini aku cari, aku telah kehilangan tempat bergantung.....Tempat bergantung atas segala sesuatu yang aku miliki...tempat bergantung hati dan jiwa ini.....tempat bergantung ketika aku mendapati sebuah masalah yang pelik, tempat bergantung yang tak pernah menjauh dariku sekalipun aku berbuat salah yang amat banyak..

Tempat bergantung yang kekal dan permanen yang tak pernah akan hilang sampai kapanpun, sekalipun tubuh ini sudah habis digerogoti cacing, tempat bergantung itu tidak akan pernah mati,
Dialah Allah, tempat bergantung semua urusan makhluk-Nya....

Dulu aku pernah bergantung dengan sebuah benda, namun tatkala aku kehilangan benda itu seakan akan aku kehilangan harapan hidup...........
Dulu aku juga pernah bergantung dengan salah satu atau beberapa makhluk-Nya, namun ketika aku berbuat salah , tempat bergantung itu menjauh dariku......

Sekarang aku baru sadar,hanyalah ..Allah...satu-satunya tempat bergantung....
Allahu Akbar..


Ya Allah...
Ya Muqollibul Quluub...
Qollib Quluubuna Bi Nuurika ya Allah....
Amien...

Keep Istiqomah......

Perjalanan ke Kenjeran Surabaya


Kenjeran....
Sebuah pantai yang indah...
namun sayang nampak sekali tidak terawat....

Bersama dengan mas Nanda dan mas Ade sepupuku di surabaya, aku diajak untuk menikmati sebuah pantai yang bernama Kenjeran..cukup jauh memang dari tempat tinggal Pakde Yuto , tempat aku singgah ketika kerja praktek di Surabaya....., namun perjalanan itu aku nikmati dengan sepenuh hati karena memang belum pernah sekalipun aku diajal menikmati pesona alam yang ditawarkan keika dulu aku KP di sini...

Sungguh, betapa indah pantai ini, namun sayang ...menurut pengamatanku, pemerintah surabaya kurang memperhatikan kondisi pantai ini...yah kita musti berpikir positif sajalah, siapa tahu... sudah ada rencana kesana..tapi karena suatu hal, rencana tersebut tidak jadi terlaksana...

yah..apapun itu , perjalanan ini bagiku sudah cukup menarik daripada hanya sekedar dirumah
yang g belum tentu punya kegiatan yang jelas...he3x