Kamis, 14 Oktober 2010

Rutinitas yang membosankan..

Hmm... tak terasa sudah 1 bulan lebih aku tidak menyentuh blog ini, bukan karna tidak ada ide, bukan pula karena kesibukan. Entah kenapa 2 minggu terakhir perjalanan hidup ini mulai menemui titik jenuh. Hmm... mungkin karena rutinitas yang membosankan atau karna 2 minggu terakhir agenda dakwah diliburkan karena sebuah agenda. Sering kutulis dalam status fb " Hari ini harus lebih optimal " , sering kutulis rencana harian , tapi sayang diantara sekian banyak target yang harus kuselesaikan hari ini ( padahal baru target kerja ) loh, banyak yang belum tercoret. Hal ini berulang kali terus terjadi. Lama2 jadi bosan untuk menuliskan rencana harian, hanya kutulis dalam halaman kosong itu " Melanjutkan rencana hari kemarin yang belum terselesaikan " . 2 Buku yang kubeli beberapa minggu lalu masih menumpuk di lemari, 1 buku yang kupegang saja belum selesai2 kubaca , terasa berat padahal normalnya satu minggu bisa habiz kulahap satu buku. What's Wrong With Me ?

Mungkin pikiran dan fisik ini perlu di recharge, sampai detik ini masih kucari , hal apa yang dapat
memberiku energi baru dalam menjalani tantangan-tantangan hidup. Aku pernah denger, hidup itu butuh variasi , variasi aktivitas, dalam hal ini aktivitas positif yang saya maksud. Yah, aku berharap 1 minggu kedepan aku bisa memperbaiki rutinitas hidup ini, sehingga hari-hari yang akan kulalui akan terasa menarik dan menyenangkan. Tantangan-tantangan yang menghadangpun bisa terselesaikan dengan baik dan yang terakhir masalah yang berat akan terasa lebih ringan. Sesuatu yang terlihat kompleks akan sederhana. Yah i hope like that hehe...
Salam Sukses


Site Office, 13 Oktober 2010

Jumat, 13 Agustus 2010

Teka-teki waktu

Begitu berharganya waktu sampai ada ungkapan Waktu Bagaikan Uang, ada juga pepatah arab ( aku lupa apakah ini mahfudot atau hadis ) yang mengatakan bahwa Waktu bagaikan pedang, apabila kita tidak mampu mengaturnya dengan baik maka diri kita akan tertebas olehnya. Persepsi banyak atau sedikitnya waktu itu tergantung dari setiap orang yang memandangnya. Ada orang yang merasa waktu 24 jam itu begitu lama karena aktivitas yang dilaksanakannya mungkin begitu monoton dan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Disisi lain ada orang yang merasa waktu 24 jam sangatlah kurang mengingat banyaknya aktivitas yang dikerjakan. Semua kembali kepada manusianya. Rosulullah bersabda sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain. Ada yang berkelakar , " Lha Aktivitas yang bermanfaat untuk diri sendiri aja masih sedikit , apalagi yang bermanfaat bagi orang lain he..he.. "

Abdullah Gymanstiar dalam ceramahnya berkata ada manusia yang dalam 1 hari bisa mengerjakan 1000 aktivitas yang positif , bagaimana caranya ( Rahasia.. mungkin lebih baik kalo ngebahasnya di dalam tema optimalisasi dan prioritas waktu atau manajemen team aja yaa ) ada yang dalam 1 hari mampu mengerjakan 100 aktivitas positif, ada yang dalam 1 hari mampu mengerjakan 10 , 1 dan adapula yang dalam 1 hari tak mampu mengerjakan satupun aktivitas positif. Yah kerjanya hanya tidur, makan, tidur lagi, nonton film yang g jelas, ngegame yang bikin kecanduan dsbg.

Begitulah teka-teki waktu , diri ini pun masih harus terus belajar optimalisasi waktu, membuat prioritas kegiatan dan membuat rencana hidup beberapa tahun kedepan. Semoga saja Allah menggolongkan kita ke dalam hamba-hambaNya yang dapat mengoptimalkan waktu dengan amal shaleh amien.

Site office, 13 Agustus 2010

Rabu, 11 Agustus 2010

Belajar dari seorang tukang potong

Sore itu kulajukan mobil ke arah lapangan merdeka. Saat itu aku berniat untuk memangkas rambutku yang panjang , Awalnya aku bimbang untuk melangkahkan kaki keluar karena Mas mardi bilang, jalanan masih ramai karna ada festival tahunan untuk menyambut perayaan 17 Agustus di
Bangka, namun keraguan itu segera kutepis setelah kembali melirik rambutku.

Tempat potong itu begitu sederhana, ukurannya sekitar 3 x 4 meter. Seperti biasa, di dalam ruangan itu terdapat alat2 yang biasa digunakan oleh tukang cukur kebanyakan seperti cermin, depan belakang, kursi, dan gunting beraneka ukuran . Ada 2 hal yang cukup menarik perhatianku di tempat itu, yang pertama adalah soundsytem yang selalu menyuarakan bacaan tartil Al-Qur'an dan sebuah kertas bertuliskan permohonan maaf karena tempat potong akan tutup sementara bila waktu sholat telah tiba.

Baru kali ini aku menemui seorang tukang potong yang meminta pelanggannnya menunggu dia selesai sholat di masjid ketika waktu sholat 5 waktu telah tiba. Dia bilang , rizki Allah yang Mengatur, jangan sampai ibadah kita terganggu gara-gara kerjaan. Aku jadi malu bila ingat diri ini yang terkadang menunda sholat karena pekerjaan yang menumpuk. Mungkin pertemuanku dengan tukang potong yang biasa disebut Bang Ay ini sudah diatur oleh Allah. Allah nampaknya ingin memberiku pelajaran yang sangat berharga terkait dengan sholat tepat waktu. Alhamdulillah...


Site Office, 11 Agustus 2010

Kamis, 22 Juli 2010

Kegelisahan yang berantai

Aku jadi berfikir, apakah kegelisahan, kekesalan, kecemasan, dan semua pikiran negatif yang lain memiliki efek berantai yang dapat mempengaruhi efektifitas kerja seseorang. Beberapa kali kinerjaku tidak optimal setelah kesal terhadap seseorang , gelisah karena uang yang menipis dan lain sebagainya. Tapi aneh, ketika suatu masalah tuntas, kebahagiaan itu menjadi semacam obat anti depresi untuk menghadapi masalah-masalah lain yang ada di depan, beberapa orang menyebutnya dengan motivasi. Jadi memang kunci menghadapi sebuah masalah bagiku adalah

  1. Sesegera mungkin menyelesaikan hal-hal yang membuat hati kita cemas dan gelisah. Jangan terlalu sering menunda hal-hal yang seharusnya bisa dikerjakan sekarang. Waktu yang kita miliki saat ini adalah hari ini, jam ini, menit dan detik ini. Waktu yang sudah lampau tak usah disesali berlarut-larut, karna apapun yang kita lakukan tak akan merubah masa lalu kita sedangkan masa depan yang akan terjadi nanti belumlah terjadi, tak usah dicemaskan.
  2. Pikiran positif. Tidak bisa dipungkiri, pikiran positif memberikan motivasi tersendiri setiap kali kita hendak beraktivitas. Selalu yakin bahwa Allah kan berikan yang terbaik untuk kita, selalu yakin bahwa Allah memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang diberikan kepada kita. Selalu yakin bahwa Allah tak akan pernah menguji seorang hamba lebih dari kemampuannya. Dan masih banyak lagi cara agar pikiran positif itu dapat selalu hadir dalam diri kita.
  3. Doa. Doa seyogyanya dilaksanakan di awal, ditengah dan diakhir, di awal ketika kita hendak melaksanakan sebuah aktivitas, di tengah selama kita bekerja dan diakhir ketika semua ikhtiar telah kita lakukan. Pasrahkan semuanya kepada Allah. Allah tidak akan mendzalimi hamba-Nya karena Allah Maha Adil.
Saya yakin 3 kunci ini dapat mempermudah kita dalam menyelesaikan masalah yang ada di depan. Semoga sukses !!

Sabtu, 17 Juli 2010

Ketika takdir Allah tidak sesuai keinginan

Ketika takdir Allah ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pilihan yang tersedia hanya dua. Menangisi, menyesali, dan menyalahkan takdir yang tidak berpihak pada diri kita atau mensyukuri nikmat yang sudah dikaruniakan sebelumnya. Menyesal dan sedih itu diperbolehkan karena memang hal itu manusiawi, namun penyesalan yang berlarut-larut akan membuat diri kita lupa atas nikmat yang sudah Allah berikan.

Sahabat, ingatlah, Allah menguji kita dengan musibah atau masalah sesuai dengan batas kemampuan kita. Karena hanya DIALAH yang Maha Tahu sisi positif dan titik terlemah yang dimiliki dari setiap hamba-Nya. Ada sebagian orang yang lemah ketika Allah ambil hartanya. Disisi lain , ada pula sebagian orang yang lemah ketika Allah ambil orang yang paling disayanginya. Itupun bertingkat, setahap demi setahap sesuai kadar keimanan kita. Mungkin kita sering miris melihat saudara muslim kita diuji oleh Allah dengan harta yang sangat terbatas, membayangkan bagaimana perasaannya. Tapi kita tidak tahu apa yang difikirkannya, boleh jadi orang yang kita fikirkan tadi malah merasa sangat berkecukupan karena dia memiliki apa yang tidak dimiliki orang lain baik itu istri yang setia, anak yang sholeh, kesehatan yang senantiasa terjaga dan lain sebagainya.

Itulah mengapa, sebuah ukuran fisik yang terlihat mata tidak bisa dijadikan parameter apakah seseorang itu bahagia atau tidak. Bagi kita mungkin berat namun boleh jadi bagi orang lain hal itu ringan. Yah, apapun itu, percayalah. Allah sudah menyiapkan skenario hidup kita dengan indah. Ikuti saja dengan penuh rasa sabar dan syukur. Wallahua'lam bishowab.

Site Office