Senin, 03 Januari 2011

Jangan Hanya Sekedar Niat….

Alhamdulillah untuk kesekian kalinya Allah memberiku kesempatan merasakan sejuknya udara pagi. Entah kenapa setelah Qiyamul Lail keinginanku untuk Sholat Shubuh Jama’ah di Masjid Jamik timbul. Segera saja, sebelum niat itu padam, kulangkahkan kaki ke lantai bawah, ambil air wudlu, kunci mobil dan menyalakannya. Pengalaman soalnya, jika hanya sekedar niat ke masjid namun tidak segera bergegas , konsekuensinya hanya ada dua, terlambat atau tidak jadi berangkat hehe..

Memang benar semua itu berasal dari niat, tapi jika hanya sekedar niat tanpa action, tidak akan terjadi apa-apa. Termasuk juga dalam mengejar mimpi, jika hanya sekedar berharap tanpa adanya tindakan, langkah-langkah untuk menggapainya, impian itu hanya akan jadi khayalan belaka.

Oleh karena itu niat, langkah, doa, dan tindakan harus selaras, sinkron, terencana karena satu sama lain merupakan komponen yang saling melengkapi satu sama lain agar impian kita dapat terwujud sebagaimana yang kita inginkan..
Semangat,

Masjid Jamik, 3 Januari 2011 selepas sholat shubuh

Mencoba Merubah Sebuah Paradigma…..

Tahun baru ini aku mulai berusaha sedikit demi sedikit menata ulang hidup, memperbaharui mimpi, mengevaluasi diri dan mencari motivasi untuk terus melangkah jauh kedepan. Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya apakah aku bisa menjalankan 3 profesi yang menjadi impianku secara bersamaan :
  1. Wirausahawan Sukses dengan Omset Miliaran Rupiah
  2. Penulis Buku International Best Seller
  3. Dosen Praktisi yg kapabilitasnya diakui sampai ke mancanegara.
Padahal sekarang aku masih terikat kontrak 5 tahun dengan salah satu perusahaan BUMN yang cabangnya sampai ke seluruh pelosok tanah air .He..he..he itu impian atau hanya sekedar khayalan yaa ??? Toh kerja di perusahaan ini belum juga sepenuhnya optimal, masih banyak tugas-tugas yang terbengkalai. Aku tak tahu, yg jelas aku selalu percaya bahwa “Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai kaum itu merubah dirinya sendiri”. Jadi harapan dan impianku itu tidak tercapai bila aku sendiri tidak berbuat apa-apa terhadap impian yang sudah kutulis. Minimal merubah paradigm berfikir bahwa sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin bila Allah berkehendak demikian. Pasti ada cara dan langkah untuk mencapainya.. sedikit tak apa yang penting pasti…

Masjid Jamik, 3 Januari 2011 menjelang adzan Shubuh

Kamis, 23 Desember 2010

Tarbawi, majalah penyejuk hati

Tarbawi, sebenarnya sudah lama aku mengenal majalah ini melalui seorang tante yang menjadi aktivis Tarbiyah di Boyolali beberapa bulan yang lalu. Beliau bilang majalah ini majalah bagus untuk dibaca. Saat itu aku belum tertarik , hingga kemudian aku diberi kesempatan oleh Allah untuk bekerja di sebuah Pulau bernama Bangka. Saat dimana hati ini gersang atas siraman rohani dan tidak ada aktivitas positif, saat itulah aku menemukan sebuah majalah penyejuk hati yang dikenalkan kembali kepadaku oleh Ustad Ahmad Bastari. Kebetulan Ustad Ahmad juga seorang distributor majalah islami sekaligus owner Toko Buku Islami , Bursa Al-Fatih, yang kuketahui adalah satu-satunya Toko Buku Islami di Pangkalpinang.

Tanpa basa-basi, segera saja kudaftarkan diri ini untuk berlangganan majalah tersebut . Hingga saat ini, aku masih setia memegang majalah berukuran 21 x 15 cm itu. Kecil-kecil, cabe rawit, tipis-tipis tapi mampu memberikan semangat dan taujih yang dapat menjernihkan pikiran dan menyejukkan hati.

Thanks Allah, Engkau sudah mengenalkanku dengan majalah ini.

Jumat, 17 Desember 2010

Merindukan Saat-saat itu

Entah sudah berapa lama aku menginjakkan kaki di Pulau Serumpun Sebalai ini aku tidak tahu atau memang pura-pura tidak tahu. Aku merindukan saat-saat itu , saat-saat dimana aku duduk melingkar bersama sahabat-sahabatku untuk mendengarkan taujih/ nasehat kebaikan dari senior yang menjadi suri tauladan. Mahasiswa disana menyebutnya dengan liqo' atau mentoring lanjutan.

Aku jadi ingat Radik, koordinator liqo' yang tiada bosan sms temen2 untuk dateng liqo, Very Senopati Abdillah yang suka nyindirin temen2 masalah munakahat, Cahyo Utomo yang sesekali mengantuk waktu liqo', Roji yang sok pendiem dan kalem tapi selalu dateng liqo tepat waktu, Eka Fitriyadi masih dengan gayanya yang suka senyum, Prima Kurniawan , biasa dipanggil Prima dan temen satu gengnya ( Geng Baskoro : red ) Ardianto Eskaprianda ( wah masih inget juga nama lengkapnya, semoga tidak salah hehe ) yang suka usil. Ryan , pakar IT dengan belalang tempurnya yang sering jadi bahan sindiran, Arief , Deka , dan Hasyim dan beberapa orang yang kadang ikut-kadang tidak. Serta yang paling utama Akh Dimas, selaku murobbiku.

Aku merindukan saat-saat itu, saat-saat dimana kami saling mengingatkan ketika sudah tiba waktu shalat, saling curhat masalah kampus, keluarga, pribadi, pelajaran. Kenangan indah itu masih aku kenang sampai sekarang, aku berharap suatu saat nanti aku bisa bertemu dengan mereka dengan keadaan yang lebih baik. Kalau perlu ngadain mentoring lagi bareng2 dengan murobbinya akh dimas hehe... Semoga suatu saat nanti...

Temen2 liqo, I miss U guys

Air Anyir, 17 Desember 2010

Kamis, 14 Oktober 2010

Rutinitas yang membosankan..

Hmm... tak terasa sudah 1 bulan lebih aku tidak menyentuh blog ini, bukan karna tidak ada ide, bukan pula karena kesibukan. Entah kenapa 2 minggu terakhir perjalanan hidup ini mulai menemui titik jenuh. Hmm... mungkin karena rutinitas yang membosankan atau karna 2 minggu terakhir agenda dakwah diliburkan karena sebuah agenda. Sering kutulis dalam status fb " Hari ini harus lebih optimal " , sering kutulis rencana harian , tapi sayang diantara sekian banyak target yang harus kuselesaikan hari ini ( padahal baru target kerja ) loh, banyak yang belum tercoret. Hal ini berulang kali terus terjadi. Lama2 jadi bosan untuk menuliskan rencana harian, hanya kutulis dalam halaman kosong itu " Melanjutkan rencana hari kemarin yang belum terselesaikan " . 2 Buku yang kubeli beberapa minggu lalu masih menumpuk di lemari, 1 buku yang kupegang saja belum selesai2 kubaca , terasa berat padahal normalnya satu minggu bisa habiz kulahap satu buku. What's Wrong With Me ?

Mungkin pikiran dan fisik ini perlu di recharge, sampai detik ini masih kucari , hal apa yang dapat
memberiku energi baru dalam menjalani tantangan-tantangan hidup. Aku pernah denger, hidup itu butuh variasi , variasi aktivitas, dalam hal ini aktivitas positif yang saya maksud. Yah, aku berharap 1 minggu kedepan aku bisa memperbaiki rutinitas hidup ini, sehingga hari-hari yang akan kulalui akan terasa menarik dan menyenangkan. Tantangan-tantangan yang menghadangpun bisa terselesaikan dengan baik dan yang terakhir masalah yang berat akan terasa lebih ringan. Sesuatu yang terlihat kompleks akan sederhana. Yah i hope like that hehe...
Salam Sukses


Site Office, 13 Oktober 2010